Home / Persit / Persit KCK XIX Kodim 0505/JT Mengikuti Penyuluhan Penyuluhan Pemeriksaan IVA Kanker Servik di Kesdam Jaya

Persit KCK XIX Kodim 0505/JT Mengikuti Penyuluhan Penyuluhan Pemeriksaan IVA Kanker Servik di Kesdam Jaya

Kesdam TMII – Persit KCK Cabang XIX Kodim 0505/JT mengikuti kegiatan pengenalan dan pemeriksaan IVA Kanker Servik di Kesehatan Daerah Militer Kodam Jaya, selasa (25/94).

Ketua Persit KCK XIX Kodim 0505/Jakarta Timur Ny.Iwan Setiawan mengajak seluruh ibu persit anak ranting dari Koramil 01 s/d 08 untuk mengikuti kegiatan penyukuhan dan pemeriksaan kanker servik guna pencegahan dan deteksi dini bagi kaum wanita tentang kanker leher rahim dan pencegahannya .

Penyuluhan yang di sampaikan oleh dr.Letkol Rifai menyampaikan pengenalan tentang Kanker Serviks atau Leher Rahim Kanker leher rahim atau serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Mengenal Kanker Serviks atau Leher Rahim Kanker leher rahim atau serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meninggal. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. Perbandingannya, di dunia setiap 2 menit meninggal akibat kanker serviks. Pada dasarnya, kanker ini adalah tumor ganas yang mengenai leher rahim. Kanker serviks sebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik, tipe 16 dan 18, dan mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat dan juga kontak tubuh lainnya. Faktor Risiko Anatomi organ reproduksi wanita. Leher rahim ditandai dengan kata “cervix” Faktor risiko pendukung terjadinya kanker leher rahim di antaranya: Kawin usia muda (dibawah 20 tahun) Mitra seksual yang berganti-ganti Infeksi pada kelamin (Infeksi Menular Seksual) Banyak melahirkan anak Merokok Kekurangan vitamin A, C, atau E Gejala Klinis Kanker leher rahim tidak menimbulkan keluhan atau gejala pada tahap awal.

Gejala klinis hanya terasa pada stadium kanker yang sudah lanjut, di antaranya: Keputihan yang berbau dan bercampur darah Pendarahan diluar haid Pendarahan saat sanggama Nyeri panggul Leher rahim yang terpapar virus HPV berpotensi menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun, jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Mencegah Kanker Serviks Jangan menunggu sampai gejala klinis datang! Yang paling efektif, segeralah lakukan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker leher rahim secara rutin dan berkala minimal 3 tahun sekali, dengan cara: Pap Smear yang sudah dikenal masyarakat Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) Apa Itu Tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)? IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit. Pemberian ini tidak menyakitkan dan hasilnya langsung saat itu juga dapat disimpulkan Normal (Negatif), atau Positif (ada lesi pra-kanker). Asam asetat atau dikenal dengan asam cuka berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005. Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen. Deteksi dini ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker. Beberapa Keuntungan IVA (Inspeksi Visual dengan aplikasi Asam Asetat) Murah Mudah, praktis, mampu laksana Dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan Alat-alat yang dibutuhkan sederhana Sesuai untuk pusat pelayanan sederhana Kinerja tes sama dengan tes lain Memberikan hasil segera sehingga dapat diambil keputusan mengenai penatalaksanaannya

 Syarat Dilakukannya IVA Tes Sudah melakukan hubungan seksual Tidak sedang datang bulan/haid Tidak sedang hamil 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual Bagaimana Pelaksanaan Skrining IVA? Ruangan tertutup Meja Periksa ginekologis Sumber cahaya yang cukup untuk melihat serviks Spekulum vagina Asam asetat (3-5%) Swab Lidi kapas Sarung tangan Teknik IVA Spekulum untuk melihat serviks yang telah dipulas dengan asam asetat 3-5% Hasil (+) pada lesi prakanker terlihat warna bercak putih disebut : ACETO WHITE EPITELIUM Tindak lanjut IVA (+) Biopsi Kategori pemeriksaan IVA ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah: IVA negatif = Serviks normal. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks). IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ). IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini kepada ibu-ibu persit jajaran Kodim 0505/JT .

About Pendam Jaya

Check Also

Ibu Danrem 051/Wkt Kunjungi Pelaksanaan Iva Di Puskesmas 1 Wil Koramil 04/Babelan

Babelan, Selasa 25 April 2017 Pelaksanaan IVA di Koramil 04/Babelan di laksanakan di Puskesmas 1Babelan …

'
Slide background
Slide background