Home / Berita Satuan / Danrem Wijayakrama Beri Wawasan Kebangsaan di Ponpes Daar El Qolam Tangerang

Danrem Wijayakrama Beri Wawasan Kebangsaan di Ponpes Daar El Qolam Tangerang

Kodam Jaya – Kab. Tangerang. Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama (Wkr) Kolonel Kav Agustinus Purboyo, S.I.P, memberikan wawasan kebangsaan (Wasbang) dihadapan ratusan santri/wati di Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El Qolam di Desa Pasir Hintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis (8/11/18).
Pemberian Wasbang ini bertujuan memberikan wawasan kepada para santri/wati tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam mempersatukan bangsa, sekaligus mengingatkan kembali rasa kebangsaan yang makin luntur sebagai benteng dari munculnya idealisme etnis sempit yang sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wasbang ini diberikan kepada generasi penerus bangsa agar memiliki karakter kuat untuk pembangunan. “Sangat penting memberikan wawasan kebangsaan bagi para pemuda, karena para pemuda merupakan tumpuan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga, mereka paham dan melaksanakannya dalam kehidupan berbangsa, harapannya Indonesia kedepan bisa lebih baik dan berkarakter,” ungkap Danrem Wijayakrama.
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, menurut Danrem, akan banyak negara yang ingin menguasai bangsa Indonesia dengan berbagai cara, sehingga Indonesia harus siap menghadapinya. “Bangsa kita ini sudah dilemahkan dari segi sosial budaya, melalui serangan narkoba dan gaya hidup generasi muda yang melunturkan nilai-nilai luhur kebangsaan, sehingga diperlukan penguatan nilai keimanan dan ketaqwaan dari seluruh generasi penerus, termasuk para santri/wati Ponpes Daar El Qolam ini,” lanjut Danrem.
Dengan keimanan dan ketaqwaan, Danrem yakin, para generasi muda penerus bangsa akan mampu mempertahankan bangsa dan negara dari ancaman negara luar yang akan merusak dan menguasai Indonesia. “Kita yakin dan berharap, generasi muda kita yang berkarakter akan membuat gerakan positif dengan terus belajar untuk menghadapi tantangan kedepan dan mengembangkan gerakan santri/wati berwirausaha untuk menjaga dan mengolah sumber daya alam yang kita miliki,” kata Danrem lagi.
Danrem pun membandingkan bahwa nilai kebhinekaan lebih utama dari tingkat kemakmuran dan modernisasi. “Tidak ada gunanya kita hidup makmur dan modern, bila kita kehilangan pundamental dari diri kita yaitu Kebinneka Tunggal Ikaan, semangat persatuan, toleransi, kesantunan, keragaman dan kemanusiaan,” pungkasnya.

About redaksi