Home / Sekilas Persit / Persit KCK PD Jaya Gelar Sosialisasi Tanaman Vertikultur

Persit KCK PD Jaya Gelar Sosialisasi Tanaman Vertikultur

Kodam Jaya – Jakarta Timur. Persit KCK PD Jaya bekerja sama dengan Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) menggelar sosialisasi dan pelatihan tanaman vertikultur di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (12/10).

Wakil Ketua Persit KCK PD Jaya, Ibu Uke Suharyanto dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi dan pelatihan ini diikuti 200 orang peserta dan digelar pertama kalinya dengan tujuan untuk membekali sekaligus melatih peserta sosialisasi, agar mampu membuat atau bercocok tanam teknik vertikultur menuju ketahanan pangan nasional.

Menurut Ibu Uke Suharyanto, pertumbuhan penduduk Jakarta tidak sebanding dengan ketersediaan lahan pertanian, sehingga menjadi permasalahan yang kompleks. “Jakarta dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang besar, tidak diimbangi dengan bertambahnya lahan atau tanah, hal ini menjadi tantangan yang sangat kompleks untuk mewujudkan ketahanan pangan yang diprogramkan pemerintah,” sambut Ibu Uke Suharyanto.

Mengingat ketahanan pangan merupakan kunci utama menuju swasembada pangan, maka menurut Ibu Uke Suharyanto, diperlukan metode yang tepat untuk mengatasi probelematika keterbatasan lahan tersebut. “Kodam Jaya dalam hal ini Persit KCK PD Jaya bekerja sama dengan PPLIPI memandang perlu diadakannya sosialisasi dan pelatihan tanaman vertikultur guna mendukung ketahanan pangan nasional,” sambut Ibu Uke Suharyanto.

Sementara itu, Ketua Umum PPLIPI, Dra Hj. Indah Surya Dharma Ali, menjelaskan keberadaan PPLIPI yang baru dua tahun berdiri namun sudah aktif di 10 provinsi dengan 16 komisi untuk melaksanakan visi misi organisasi, seperti komisi pertanian yang bekerja sama dengan Kodam Jaya mengadakan sosialisasi ini. Menurutnya, vertikultur dapat menjawab tantangan keterbatasan lahan akibat berubah fungsi lahan dari pertanian menjadi permukiman dan industri dengan memanfaatkan pekarangan kosong seperti di rumah, sekolah, fasilitas umum dan lainnya.

Ia berharap, sosialisasi ini dapat diketahui oleh masyarakat luas. “Melalui kerja sama dengan Kodam Jaya ini, kami berharap gaung berita kegiatan ini dapat lebih menyebar kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat tertarik untuk mengembangkan teknik vertikultur ini,” katanya.

Sosialisasi ini menghadirkan seorang motivator dari TNI yaitu Brigjen TNI Bambang Sudono, S.E. Jenderal Bintang Satu ini mengajak seluruh peserta untuk mengembangkan teknik vertikultur ini, karena manfaat dan keuntungan ekonomis yang didapat. “Tanaman ini tidak ada kandungan kimianya, jadi dijamin sehat untuk dikonsumsi seluruh keluarga. Selain itu vertikultur mudah dilakukan karena tidak membutuhkan lahan luas, sehingga ekonomis dari segi lahan,” gugah Sang Motivator.

Sosialisasi juga menghadirkan narasumber K.H. M. Dzoharul Arifin Alfaqiri Abdullah Affandi yang lebih dikenal dengan nama Kyai Tanjung. Dalam penjelasannya, ulama yang menetap di Tanjung, Pondok Sufi Jatayu, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, menguraikan teknik vertikultur mulai penyiapan media, bibit, perbandingan pupuk organik dengan tanah, pemeliharaan hingga panen dan pemasaran.

Secara pengertian, vertikultur berasal dari kata vertical dan culture yang dapat diartikan sebagai suatu teknik bercocok tanam di ruang sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakuan secara bertingkat. Kepada peserta yang ingin mendapatkan informasi lebih banyak, Kyai Tanjung mempersilahkan untuk mengunjungi lama komunitas facebook dengan akun Tanaman SELA Organik.

Menurut Kyai Tanjung, vertikultur merupakan aset yang sangat luar biasa, bila dapat dikembangkan sebagai cara bercocok tanam di setiap rumah termasuk di rumah atau asrama Kodam Jaya maupun di seluruh asrama TNI bahkan bila dikembangkan oleh seluruh rakyat Indonesia. “Dalam teknik vertikultur, sama sekali tidak menggunakan bahan pestisida, tapi menggunakan pupuk organik, sehingga tanaman bebas dari bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Tentu dapat memberikan keuntungan berupa peningkatkan kesehatan melalui pola makan sehat dengan mengkonsumsi makanan organik yang dapat dibudidayakan dengan lahan yang minimalis dan media tanam sederhana seperti pipa paralon, botol bekas, pot, polybag dan lainnya,” jelasnya.

Sosiliasasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah seorang penanya adalah Dandenma Kodam Jaya Kolonel Inf Musmulyadi. Dalam pertanyaannya, Dandema meminta ada pelatihan teknis secara langsung bagi kader-kader prajurit jajaran Kodam Jaya, sehingga sasaran untuk mewujudkan ketahanan pangan di kalangan prajurit akan berhasil. Pertanyaan ini mendapat tanggapan positif dari pihak PPLIPI maupun Kyai Tanjung. Dalam kegiatan ini juga dilakukan tukar-menukar plakat dan cinderamata antara PPLIPI dengan Persit KCK PD Jaya, antara Brigjen TNI Bambang Sudono, S.E. dengan Kyai Tanjung dan PPLIPI.

Selain menerima penjelasan tentang vertikultur, para peserta yang terdiri dari Prajurit dan Persit Kodam Jaya ini, juga diajak meninjau lokasi tanaman vertikultur yang disiapkan PPLIPI. Usai peninjauan, dilanjutkan dengan pengenalan produk dari properti Sawo Mata dan Seven Bufee. Beberapa stand pameran juga memeriahkan kegiatan ini seperti stand dari Ellioti Group, Lief Java Hand, Properti Saumata, Meidah Cosmetoceutical, Kopi Kidota, Stand Japo, Bunda Tari Aksesoris dan Zoya Cosmetics.

About redaksi