Home / Berita Satuan / Prajurit dan PNS Korem Wijayakrama Dibekali Pengetahuan Penanggulangan HIV-AIDS

Prajurit dan PNS Korem Wijayakrama Dibekali Pengetahuan Penanggulangan HIV-AIDS

Kodam Jaya – Tangerang. Kasi Personel Korem 052/Wijayakrama (Wkr) Letkol Caj I Wayan Arigunada membuka penyuluhan Penanggulangan HIV-AIDS di Aula Sudirman Makorem 052/Wkr, Jalan Boulevard Lippo Karawaci, Tangerang, Rabu (26/12).

Menurut Letkol Caj I Wayan Arigunada, tanggung jawab dan tugas penanggulangan penyebaran penyakit HIV/AIDS tidak hanya menjadi tugas satuan kesehatan saja, namun juga menjadi tanggung jawab bersama secara keseluruhan. “Keberadaan dan partisipasi aktif para Komandan Satuan, harus benar-benar terlihat nyata di lapangan, baik dalam pencegahan terhadap penyebaran penyakit tersebut maupun perlakuan terhadap prajurit dan keluarganya yang bisa saja terjangkit HIV/AIDS,” kata Letkol Caj I Wayan Arigunada.

Kasi Personel Korem juga meminta semua peserta untuk mengikuti penyuluhan tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh agar dapat menyimak semua materi dan simulasi yang diberikan. “Selain itu tanyakan dengan sejelas-jelasnya, agar benar-benar paham, sehigga dapat dijadikan bekal untuk mendukung pelaksanaan pembinaan di kesatuan masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu, dr. Nurshakti Sulastri dari Polkes PPK-1 Kesdam Jaya sebagai narasumber dalam penyuluhan itu menyampaikan cara penularan dan cara mengatasi penyakit HIV-AIDSnya. “Penyakit HIV-AIDS ditularkan melalui hubungan seks, ibu menyusui, jarum suntik yang dipakai penderita HIV lalu dipakai oleh orang lain, sama-sama terluka lalu cairannya bergabung bersentuhan kulit. Penyebaran ini harus segera kita atasi bersama-sama,” jelas dr. Nurshakti Sulastri.

Dr. Nurshakti Sulastri berharap, peserta penyuluhan bisa menjadi perpanjangan tangan ke masyarakat untuk mengurangi korban yang ditimbulkan penyakit mematikan ini. “Para prajurit dan PNS Korem Wijayakrama, saya harap bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan bahaya penyakit HIV/AIDS kepada semua masyarakat. Sebab, penyakit ini sudah banyak merenggut korban jiwa dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya,” ajak dr. Nurshakti Sulastri.

About redaksi