Home / Berita Satuan / Ada Kabar Pengosongan Rumah oleh Kodam, Warga Tanah Kusir Berjaga

Ada Kabar Pengosongan Rumah oleh Kodam, Warga Tanah Kusir Berjaga

Jakarta – Warga yang tinggal di Kompleks Kodam di Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat kabar terkait pengosongan rumah oleh pihak Kodam Jaya. Warga pun berjaga sedari pagi agar rumahnya tak dikosongkan.

Pantauan detikcom pagi ini, warga membuat dapur umum di sekitar lokasi. Sepanjang jalan kompleks pun turut dijaga oleh para warga.

Humas Forum Komunikasi Perumahan Tanah Kusir, Bambang Sudrajat (46) mengatakan, warga berkumpul untuk meminta Kodam Jaya membatalkan rencana pengosongan rumah. Pasalnya, rumah yang sekarang dipersoalkan itu masih dalam proses hukum di PN Jakarta Timur.

“Harapan warga sudah jelas semua pihak harus menghormati hukum. Karena kita juga sedang melakukan proses hukum,” kata Bambang saat ditemui di lokasi, Kamis (25/1/2018).

Warga Tanah Kusir mengajukan gugatan kepada Kemenhan RI Cq Kodam Jaya dengan nomor gugatan No 166/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Tim dan No.167/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Tim tertanggal 25 April 2016 tentang penerbitan Surat Peringatan Tertulis 1-3 pada April-Mei 2017. Proses hukum saat ini telah memasuki tahap kesimpulan.

Bambang lantas menceritakan asal-muasal sengketa tersebut. Awalnya, pihak dari Kodam Jaya mengklaim bahwa rumah yang ditinggali warga saat ini merupakan rumah dinas mereka.

Setelah itu, Kodam Jaya mendata seluruh rumah yang ada di Tanah Kusir pada pertengahan tahun 2016. Beberapa bulan berselang, Kodam Jaya menerbitkan surat peringatan pertama kepada warga agar rumah segera dikosongkan.

“Itu bermulai dari pendataan, pendataan dua kali, terus mengeluarkan SP 1 pada 2017,” ujar Bambang.

Namun warga tak kunjung juga mengosongkan rumah sehingga Kodam Jaya menerbitkan surat peringatan hingga tiga kali. Warga yang merasa tak puas dengan surat peringatan tersebut kemudian mengajukan gugatan ke PN Jakarta Timur.

“(Kita tinggal) dari tahun, beragam kebanyakan dari tahun 1964,” tutur Bambang.

Proses hukum di pengadilan terus berjalan hingga sekarang. Namun di tengah upaya gugatan warga itu, Kodam Jaya justru kembali berniat mengosongkan rumah warga.

“Dalam waktu rentang, dalam kesimpulan dan keputusan tiba-tiba mereka berniat mengosongkan rumah warga 10 rumah warga dari 17 warga yang terkena SP,” imbuhnya.

Rencana Kodam Jaya untuk mengosongkan rumah warga ini pun berhembus di kalangan warga. Warga kecewa sebab proses hukum sedang berjalan tapi Kodam Jaya malah berniat kembali melakukan pengosongan.

“Jika hasilnya pun dikatakan warga tidak berhak maka warga akan sukarela keluar kok. Warga sebagai rakyat sadar akan hukum,” ujar Bambang.

Informasi yang berkembang di kalangan warga, ada 10 rumah yang akan dikosongkan hari ini. Rumah itu ada di RT 04, RT 02, RT 08 dan RT 01/ RW 08. Namun sebenarnya ada 17 rumah yang terkena SP dari Kodam Jaya agar segera dikosongkan. 

 

Check Also

Himbau Protokol Kesehatan, Serma Purwanto Komsos di Pasar Saraswati

Kodam Jaya – Tangerang. Membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, anggota Koramil 04/Ciledug Kodim 0506/Tgr, …