Home / Berita Satuan / Cegah Serangan Virus Difteri, Babinsa Koja Bujuk Masyarakat Untuk Imunisasi

Cegah Serangan Virus Difteri, Babinsa Koja Bujuk Masyarakat Untuk Imunisasi

Dalam rangka mencegah wabah penyakit difteri pada balita, Babinsa Koramil 01/Koja Serda Rudianto bersama Puskesmas Rawabadak Utara melaksanakan vaksin imunisasi Difteri dan DPT HIB dalam rangka kegiatan RPTRA Pembangunan di Desa Blumbungan RT 05/03 Kel. Rawabadak Utara Kec. Koja Jakarta Utara. Selasa (13/1/18).

Setiap RPTRA dan Posyandu di DKI Jakarta tak terkecuali di Jakarta Utara dilaksanakan imunisasi Difteri karena Virus Difteri merupakan virus yang dapat mengancam nyawa manusia. Tujuan diberikannya vaksin Difteri agar menambah kekebalan maupun daya tahan tubuh yang dapat menangkal segala penyakit yang bisa menyerang pada tubuh balita.

Disampaikan oleh Babinsa, menindak lanjuti program pemerintah dan perintah pimpinan, hari ini dilaksanakan imunisasi Difteri secara bertahap bagi anggota dan keluarga besar diwilayah Kel. Rawabadak Utara Kec. Koja Jakarta Utara oleh Dokter dari Puskesmas dibantu kader posyandu dengan sasaran imunisasi kepada 120 anak balita. Langkah ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kekebalan tubuh terhadap virus Difteri sehingga seluruh warga tetap terjaga kesehatannya.

“Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa,” kata Serda Rudianto.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara menyampaikan, dengan mengambil langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan melakukan vaksin. Ada berbagai macam Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

“Vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia dua sampai dengan empat bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Selanjutnya dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis (Tdap/Td) pada usia 10 tahun dan 18 tahun. Pada umumnya Vaksin Td dapat diulangi setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan yang optimal,” tambahnya.

Sementara itu pihak Puskesmas Kelurahan Rawabadak Utara mengucapkan terimakasih atas partisipasi dari Koramil Koja yang senantiasa membantu serta selalu memperhatikan kesehatan masyarakat khususnya warga Desa Blumbungan sehingga kegiatan penyuntikan Vaksin Difteri di sambut antusias oleh warga masyarakat. “Semoga anak-anak terhindar dari segala penyakit, khususnya Difteri, ” tutupnya.

Check Also

Satgas Padat Karya Penanganan Covid-19 Kelurahan Pademangan Barat Mengadakan Giat Himbauan 3 M Dan Gelar Patroli Malam

Kodam Jaya – Jakarta utara. Ditengah wabah pandemi Covid-19, Satgas Padat Karya Penanganan Covid-19 sebagai …