Home / Berita Satuan / Gelar Minggu Militer, Kodam Jaya Latihkan Penanggulangan Huru Hara

Gelar Minggu Militer, Kodam Jaya Latihkan Penanggulangan Huru Hara

Cawang. Kodam Jaya/Jayakarta menggelar Latihan Penanggulangan Huru Hara (PHH) yang dipimpin Perwira Pelatih (Patih) dari Tim Pelatih Rindam Jaya, Lettu Inf Murta di Lapangan Kartika Kodam Jaya/Jayakarta, Jakarta Timur, Kamis (27/6/19).

Latihan PHH kali ini merupakan program Minggu Militer untuk melatihkan kembali kemampuan pengamanan dan cara penanggulangan yang humanis terhadap kemungkinan aksi huru hara di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta, khsusunya kepada Prajurit dari satuan Badan Pelaksana Kodam (Balakdam) Jaya/Jayakarta. “Latihan pengamanan dan cara penanggulangan huru hara ini merupakan program Minggu Militer Triwulan II Minggu terakhir Juni 2019,” jelas Lettu Inf Murta.

Menurut Murta, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi huru hara di setiap kesempatan di wilayah Jakarta sebagai barometer keamanan Indonesia, sehingga lanjutnya, perlu terus dipelihara kemampuan PHH sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok TNI AD untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. “Ini bagian dari tugas kita untuk mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akibat buruk yang ditimbulkan,” imbuhnya.

Murta menambahkan, dari latihan PHH ini diharapkan, dalam menangani pengunjuk rasa tidak ada kesan berbuat arogan atau pun brutal yang mengarah pada tindakan pelanggaran hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) saat melaksanakan tugas dalam mengendalikan kerusuhan massa.

Dalam kesempatan ini, Murta dibantu Bintara Pelatih, Serda Bayu dan Serda Poniman, memberikan teori praktis PHH, seperti sikap dasar PHH, materi berjalan serta gerakan tameng dan tongkat. “Sikap dasar PHH terdiri dari sikap siaga, sikap siap sedia dan sikap dorong,” jelas Murta.

Murta kemudian memerintahkan Bintara Pelatih, Serda Bayu untuk mempraktekan gerakan-gerakan dari sikap dasar PHH ini, yang selanjutnya langsung diikuti oleh seluruh Prajurit, peserta latihan tersebut. Demikian pula saat materi berjalan seperti gerakan dorong, dorong maju dan maju jalan, semua peserta langsung mengikuti gerakan yang dicontohkan Serda Bayu.

Pada materi gerakan tameng dan tongkat, Murta kemudian memerintahkan perwakilan Prajurit tiap Balakdam untuk maju dan mempraktekan gerakan-gerakan yang dicontohkan Serda Bayu seperti peralatan di tangan, letakan peralatan, tegak tameng dan tangan kiri tameng. Murta beberapa kali langsung mengoreksi gerakan Prajurit yang dilihatnya belum sesuai dengan buku pedoman latihan PHH.

About redaksi