Home / Berita Utama / Konferensi Pers Terkait Penanganan Penyelidikan Insiden Ciracas

Konferensi Pers Terkait Penanganan Penyelidikan Insiden Ciracas

Kodam Jaya – Gambir Jakarta Pusat. Pangdam Jaya/Jayakarta hadiri konferensi pers penanganan, penyelidikan dan penyidikan perkara perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya di Puspomad Jalan Merdeka Timur No.17 Jakarta Pusat, Kamis (03/09/2020).

Konferensi pers menghadirkan beberapa media, baik dari media Online, cetak dan elektronik. Danpuspomad Letjen TNI Dodik Wijarnarko, S.H. membuka konfrensi tersebut dengan memperkenalkan satu per satu nara sumber, mulai dari Ka Rumkit RSPAD Letjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.b, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. , Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, dan Dirkumad Brigjen TNI Tetty Meliana Lubis,S.H., M.H.

Penjelasan Danpuspomad, berdasarkan hasil penyelidikan mulai tanggal 29 Agustus s.d. 2 September 2020 sebagai berikut :
1. Prajurit yang sudah diperiksa sejumlah 51 orang dari 19 satuan;
2. Yang sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan diajukan penahanan sebanyak 29 orang;
3. Dilakukan pendalaman sebanyak 21 orang;
4. Dikembalikan sebanyak 1 orang karena murni saksi;
5. Proses penyelidikan masih berjalan sampai tuntas; dan
6. Dari hasil pemeriksaan motiv perbuatan tersebut, antara lain :
a. Melakukan tindakan pembalasan pengeroyokan Prd MI, meskipun kenyataannya Prada MI menyampaikan berita bohong;
b. Merasa tidak puas dan tidak percaya dari pihak Polsek yang memberikan keterangan bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal;
c. Jiwa korsa terhadap Prada MI;
d. Melampiaskan karena sudah terprovokasi berita bohong yang sudah berkembang; dan
e. Prada MI sedang dirawat oleh dokter sedang di rawat RS Ridwan Meuraksa.
Proses penyelidikan akan dilakukan sampai tuntas, kemudian pimpinan TNI Angkatan Darat melakukan pendataan kerugian melalui Pangdam Jaya dengan talangan namun penggantian sesungguhnya dilakukan oleh tersangka”, ujar Danpuspomad.

Kemudian Pangdam Jaya memberikan keterangan, “Pelaksanaan ganti rugi terhadap korban – korban, baik korban secara materiil maupun korban fisik dengan perijinan Pimpinan Angkatan Darat, hal ini dilakukan untuk menbantu pemulihan perekonomian, kesehatan dan psikologi sosial sesegera mungkin, kami mohon bantuan kepada pemerintah daerah di lapangan untuk bersama dengan TNI menjelaskan kepada masyarakat, bahwa kejadian ini dilakukan oleh segelintir oknum saja yang tidak bertanggung jawab, sehingga tidak perlu takut”, jelas Pangdam.

Kepala RSPAD juga menjelaskan, “Ada tiga orang pasien yang sedang dirawat di RSPAD”, jelas Kepala RSPAD. Danpuspom TNI juga menjelaskan bahwa perintah Panglima TNI agar mengusut tuntas kasus ini. “Perintah langsung Panglima TNI agar mengusut tuntas kasus ini, dan hasil penyelidikan serta penyidikan dilakukan secara transparant”, ujar Danpuspom TNI.

Sementara itu Dirkumad menyampaikan dari Pimpinan TNI Angkatan Darat untuk segera memberikan ganti rugi dalam hal memulihkan usaha – usaha korban dan prajurit tersebut yang melakukan harus bertanggung jawab mengganti rugi atas kerusakan yang dilakukannya.”Pimpinan TNI Angkatan Darat untuk segera memberikan ganti rugi dalam hal memulihkan usaha – usaha korban dan prajurit tersebut yang melakukan harus bertanggung jawab mengganti rugi atas tindaknnya serta pelaksanannya akan diatur”, jelas Dirkumad.

 

Check Also

Baksos Pangdam Jaya di Komplek Perumahan Seroja Dalam Rangka HUT TNI Ke-75

Kodam Jaya – Kota Bekasi. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. laksanakan baksos …