Home / Berita Utama / Pangdam Jaya: Tradisi Peneriaman Warga Baru, Bukan Ajang Balas Dendam dan Penyiksaan

Pangdam Jaya: Tradisi Peneriaman Warga Baru, Bukan Ajang Balas Dendam dan Penyiksaan

Kodam Jaya – Jakarta Utara. Danyon Arhanud 6/BAY, Letkol Arh Uun Samson Sugiarto, menyambut kedatangan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Markas Yonarhanud 6/BAY, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/7/19).

Selain itu, kedatangan Pangdam di Markas Baret Coklat ini juga disambut dengan hormat jajar dari regu dinas keamanan dan tarian Reog Ponorogo dari Prajurit Yonarhanud 6/ABW, sebelum akhirnya Pangdam meninjau satuan itu.

Di satuan yang pertama kali dikunjunginya itu, Pangdam menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh Prajurit. “Ini kunjungan pertama Saya ke Yonarhanud 6/BAY dan Saya mohon maaf lahir batin,” kata Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan, agar Perwira tidak ada yang mengambil hak Prajurit termasuk hak cuti. “Jangan ada Perwira yang mengambil hak anggota dan Danyon agar mengatur cuti Prajurit yang belum melaksanakan, karena itu adalah hak,” tegas Pangdam.

Pangdam juga menekankan agar tradisi penerimaan warga baru dilakukan secara wajar, bukan ajang menyiksa atau balas dendan. “Tradisi penerimaan warga baru harus dilakukan sewajarnya, jangan dijadikan ajang menyiksa atau balas dendam yang akhirnya dapat membuat cacat atau bahkan kematian,” tegas Pangdam lagi.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam mengajak Prajurit tidak mudah percaya berita yang belum pasti dan menjauhi narkoba. “Prajurit harus pintar menanggapi berita di media sosial dan jangan percaya berita – berita bohong ( hoax ), tanpa tahu kebenarannya. Selain itu jauhi narkoba, karena saya tidak akan mentolelir pelanggaran narkoba,” pungkas Pangdam.

About redaksi