Home / Berita Satuan / Sisi Kemanusiaan Prajurit TNI AD Kepada Wanita Berkostum Serba Hitam

Sisi Kemanusiaan Prajurit TNI AD Kepada Wanita Berkostum Serba Hitam

Kodam Jaya – Jakarta. Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Satgas Pamwil) Jakarta Pusat, berhasil menyerahkan DM, wanita bercadar dan berjilbab hitam yang membawa ransel hitam di punggung kepada Polda Metro Jaya. DM yang dicurigai sebagai “Pengantin” bom bunuh diri saat terjadi unjuk rasa di Jl M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, 22 Mei lalu, tanpa paksaan menyerahkan diri ke anggota Satgas Pamwil, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana

Hal tersebut disampaikan Dandim Jakarta Pusat Kodam Jaya, Letkol Inf Wahyu Yudhayana, Jumat (24/5/19). “Atas laporan dari Perwira Kodim bahwa ada seorang wanita (DM) mencurigakan gerak-geriknya berjalan santai menuju gedung Bawaslu, dengan menggunakan pakaian dan ransel serba hitam, saat terjadi aksi demonstrasi hasil Pemilu,” urai Dandim.

Dijelaskan Dandim, kecurigaan semakin besar setelah aparat kepolisian terus melakukan peringatan dan himbauan terhadap DM untuk diam di tempat, tetapi tidak mengindahkan peringatan tersebut. “Saat itu, saya memerintahkan Kaurops (Kepala Urusan Operasional) Kodim Jakarta Pusat, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana, untuk memonitor perkembangan dan pergerakan DM. Disaat DM terkonsentrasi dengan peringatan aparat Kepolisian, berkat keberanian, kehandalan berkomunikasi dan jiwa kemanusiaan yang tinggi dari Kaurops Kodim, DM mau menyerahkan diri tanpa dipaksa,” jelasnya.

Saat ini, DM beserta barang bukti yang dicurigai berupa tas ransel berisi satu buku tafsir, satu Al-Quran kecil, satu botol air minum mineral dan satu botol obat telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya. “DM sudah kami serahkan ke Polda Metro Jaya guna pengembangan dan proses lebih lanjut,” tutup Dandim Jakarta Pusat.

Sementara itu, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana menjelaskan bahwa sikap patriot yang beresiko tinggi tersebut dilakukannya, karena adanya rasa prihatin dan berniat menyelamatkan seorang wanita lemah yang sedang berada dalam kepulan asap gas air mata sebagai akibat peringatan keras dari aparat keamanan. “Saya berjalan perlahan dari arah samping DM dan langsung mengambil serta mengamankan tas ransel hitam yang diduga terdapat benda yang mencurigakan. Alhamdulilah bersyukur kepada Tuhan YME, hasil negosiasi singkat yang saya lakukan dapat membujuk DM menyerahkan diri beserta barang yang dibawanya kepada aparat keamanan,” tambah Perwira jebolan Akmil 2008 ini.

About redaksi