Home / Berita Satuan / Talk Show #Jayakartamendengar, Langkah Diplomasi Kodam Jaya Hadapi Tantangan 2018-2019

Talk Show #Jayakartamendengar, Langkah Diplomasi Kodam Jaya Hadapi Tantangan 2018-2019

Kodam Jaya – Jakarta Timur. Kodam Jaya menggelar Talk Show Jayakarta Mendengar, dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto dengan menghadirkan Prof. Dr. Salim Said, Ph.D sebagai narasumber dalam bidang Ilmu Politik dan presenter kondang Choky Sitohang di bidang Komunikasi, bertempat di Aula Sudirman Makodam Jaya/Jayakarta Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (3/05).

Kegiatan ini merupakan inisiasi  Pangdam Jaya. Saat membuka resmi, Mayjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan bahwa acara tersebut adalah inovasi Kodam Jaya dalam upaya  bersinergi dan berkontribusi positif  menghadapi tantangan 2018-2019.

Dalam sambutannya, Pangdam Jaya menyampaikan, buah pohon yang jatuh di tengah hutan tidak akan terdengar oleh gendang telinga,  namun bila dinilai dari sisi filosofi, getaran yang dihasilkan saat buah tersebut jatuh, pasti dapat didengarkan apabila setiap indera yang kita miliki berfungsi secara maksimal, dimulai dari mendengar, merasakan dan memahami hingga pada akhirnya dapat menentukan langkah-langkah konstruktif demi kepentingan khalayak”, ungkap Pangdam Jaya.

Dalam satu wawancara kepada media Pangdam Jaya mengatakan, acara tersebut juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pakar/ahli mengenai perkembangan situasi Jakarta dan sekitarnya.

Pertemuan juga dimaksudkan untuk membekali para perwira jajaran Kodam Jaya agar memiliki kemampuan untuk mendengar, belajar menerima masukan dari berbagai sudut pandang dan segenap lapisan terkait menghadapi kompeksitas tantangan tugas ke depan.

“Semakin banyak masukan kepada kita, otomatis langkah Kodam Jaya menjadi lebih cerdas dan bisa dijadikan solusi dalam mengambil kebijakan, sehingga mempengaruhi kualitas para Perwira dan semakin baik ke depannya,” ujar Mayjen TNI Joni Supriyanto.

Selanjutnya,  materi ‘Politik Indonesia Dulu, Kini dan Kelak’ disampaikan oleh Prof. Dr. Salim Said, Ph. D. Sejarah membuktikan, hanya bangsa yang relatif makmur yang sanggup berdemokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Unhan ini juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk mau mendengar dan belajar dari pengalaman sejak bangsa Indonesia merdeka, guna mampu melahirkan gagasan-gagasan cemerlang dalam pengelolaan Indonesia yang mumpuni serta dapat menggerakkan perekonomian bangsa menuju tataran kemakmuran yang lebih merata dan beradab.

“Dengan demikian, jika bangsa kita telah mencapai kemakmuran, niscaya akan tercermin pada ekspresi politik bangsa dan barulah dapat kita katakan Indonesia sudah menjadi bangsa yang maju dan demokratis. Kita pilih yang mana, Republik Indonesia akan tetap langgeng atau bakal mengalami desintegrasi ?” tandas Prof Said dalam makalahnya.

Dalam kesempatan yang sama, pertemuan dan diskusi dilengkapi dengan penyampaian materi Tehnik Komunikasi yang Baik oleh Choky Sitohang. Materi dari pembawa acara kondang yang sudah menelan pahit manisnya pengalaman di dunia jurnalis ini juga disambut sangat antusias oleh para komunikan yang nota bene adalah Kasdam Jaya, Brigjen TNI Herianto Syahputra, para Asisten Kasdam Jaya, para Komandan dan Kabalak serta perwira jajaran Kodam Jaya.

Check Also

Satgas Padat Karya Penanganan Covid-19 Kelurahan Pademangan Barat Mengadakan Giat Himbauan 3 M Dan Gelar Patroli Malam

Kodam Jaya – Jakarta utara. Ditengah wabah pandemi Covid-19, Satgas Padat Karya Penanganan Covid-19 sebagai …